Tugas Bahasa Indonesia


Nama              : Kantika Klarasanti

Kelas               : XII MIPA 10

No. Absen       : 12


Menyusun Kerangka Novel


1.     Tema

       Tema adalah persoalan yang diangkat dalam novel. Tema mewakili isi novel secara umum. Biasanya tema dinyatakan dalam bentuk frasa.

       Dalam penyusunan kerangka novel ini, saya memilih tema sosial. Alasan saya memilih tema sosial adalah karena tema sosial sangat berhubungan erat dengan kehidupan sehari-hari kita dan memiliki banyak pembelajaran hidup yang dapat kita ambil. Topik sosial yang saya ambil adalah tentang kehidupan, kekeluargaan, dan juga persahabatan. Oleh sebab itu, secara keseluruhan isi dari novel ini adalah mengenai kehidupan sehari-hari seorang anak perempuan.


2.     Judul

       Judul adalah sebuah nama yang dipakai untuk buku, bab dalam buku, kepala berita, dan lain-lain. Dalam sebuah tulisan, judul seringkali disebut sebagai kepala tulisan. Judul merupakan cerminan dari jiwa seluruh karya tulis, bersifat menjelaskan diri dan yang menarik perhatian.

       Dalam tugas penyusunan kerangka novel ini, saya akan memberi judul novel saya dengan judul “My Happiness”

 

3.     Tokoh dan Perwatakan

       Tokoh ialah semua orang yang terlibat di dalam novel. Karena sifatnya yang kompleks, di dalam novel terdapat banyak tokoh. Tokoh-tokoh tersebut mempunyai watak yang berbeda-beda. Berdasarkan jenisnya, ada tiga tipe penokohan, yaitu protagonia, antagonis, dan tritagonis.

       Protagonis adalah peran utama yang merupakan pusat atau sentral dari cerita. Keberadaan peran adalah untuk mengatasi persoalan-persoalan yang muncul ketika mencapai suatu cita-cita. Persoalan ini bisa dari tokoh lain, bisa dari alam, bisa juga karena kekurangan dirinya sendiri. Peran ini juga menentukan jalannya cerita.

       Antagonis adalah peran lawan, karena dia seringkali menjadi musuh yang menyebabkan konflik itu terjadi. Tokoh protagonis dan antagonis harus memungkinkan menjalin pertikaian, dan pertikaian itu harus berkembang mencapai klimaks. Tokoh antagonis harus memiliki watak yang kuat dan kontradiktif terhadap tokoh protagonis.

       Tritagonis adalah peran penengah yang bertugas menjadi pendamai atau pengantara protagonis dan antagonis.

No

Tokoh

Perwatakan

1.      

Khayla

Anak yang ceria, baik kepada sahabatnya, tidak mudah menyerah, dan sangat sayang kepada ibu dan ayahnya. Sesudah ayah dan ibunya berpisah, dia menjadi anak yang sedikit murung dan juga mudah sekali tersentuh. Hobinya adalah gemar membuat kerjinan tangan seperti bros, bunga dari kain, dll.

2.      

Bunda Lia

Sangat sabar dalam mendidik khayla, lemah lembut, penyayang, perhatian, dan juga pekerja keras.

3.      

Ayah

Penyayang dan selalu bekerja keras.

4.      

Eyang

Sangat sayang kepada khayla, tetapi sering mengomeli anaknya yang bernama Om Doni.

5.      

Om Doni

Jahil, Baik, tetapi kadang bandel karena tidak menuruti perkataan Eyang.

6.      

Bulik Wuri

Baik, pekerja keras, dan sedikit tegas kepada anaknya.

7.      

Rara

Anak dari Bulik Wuri, baik, sopan, suka bercanda, dan sangat periang. Tetapi apabila ada yang mengganggu khayla maka dia akan marah.

8.      

Robi

Anak yang bandel, tidak mendengarkan orang tuanya, dan jahil.

9.      

Ayah dan Ibu Robi

Suka memarahi Robi dan tegas kepada anaknya.

10.   

Dila dan Keisya

Teman Khayla di rumahnya yang dahulu.

 

4.     Alur

       Alur adalah struktur gerak yang menyampaikan cerita melalui teknik cerita secara runtut dari awal sampai dengan akhir cerita.

       Alur yang digunakan dalam novel ini adalah alur campuran. Dikatakan alur campuran, karena ada beberapa bagian didalam cerita yang menceritakan tentang masa lalu si tokoh, contohnya ketika si pemeran utama, yakni Khayla mengenang masa lalunya ketika keluarganya masih harmonis dan tinggal serumah.

5.     Latar / Setting

       Latar/setting adalah penggambaran mengenai waktu, tempat, dan suasana terjadinya peristiwa-peristiwa dalam cerita. Tokoh-tokoh dalam cerita hidup pada tempat dan waktu (masa) tertentu. Oleh karena itu peristiwa-peristiwa yang dialami tokoh-tokoh cerita terjadi pada waktu dan tempat tertentu pula.

Ø  Tempat

-       Rumah Eyang

-       Sekolah

-       Rumah di Bekasi

-       Rumah Robi

-       Stasiun Solo Balapan

-       Car Free Day

-       Jalan Slamet Riyadi

-       Taman Balekambang

Ø  Waktu

-       Masa lalu saat keluarganya masih harmonis

-       Masa sekarang saat ia sudah pindah ke rumah Eyangnya

Ø  Suasana

-       Gembira

-       Mengharukan

-       Sedih

-       Menegangkan

 

6.     Amanat

       Amanat yang dapat diambil dari novel ini adalah bahwa peran keluarga sangatlah penting dalam kehidupan sehari-hari kita. Sebisa mungkin apabila kita menjadi orang tua, kita harus bersikap adil kepada mereka. Apabila sedang dalam keadaan bertengkar, kita sebisa mungkin harus terlihat baik-baik saja seperti apa yang sudah dilakukan oleh Ayah dan Bunda Khayla.Karena pernikahan adalah suatu yang sakral, bukan hanya 2 orang melainkan 3 keluarga, kelurga pria, keluarga wanita, dan keluarga baru yang akan mereka bina. Sudah seharusnya jika orang tua juga memikirkan perasaan anak. Perpisahan memang bukan hal yang bisa diprediksikan, apalagi jika hubungan antara keduanya sudah tidak sehat. Dalam cerita ini bukan perpisahan yang menjadi masalah, namun bagaimana kedua orang tua harus bisa membagi waktu untuk anaknya sehingga anak tetap merasakan kasih sayang secara utuh dari kedua orang tuanya. Kita juga tidak boleh terlarut terlalu lama larut di dalam kesedihan, karena jika kita mengalami satu cobaan bukan berarti hidup kita langsung berakhir saat itu juga. Kita harus bisa mengikhlaskan apa yang terjadi dan mencoba untuk memikirkan nilai positifnya dari kesedihan tersebut. Khayla sedih saat orang tuanya berpisah dan ia harus pindah ke Solo, namun Khayla justru mendapatkan banyak teman baru di Solo. Selain itu, kita juga harus pandai dalam beradaptasi, seperti Khayla yang awalnya tidak nyaman berada di rumah Eyang, namun lama kelamaan karena terbiasa Khayla bisa terbiasa berada di rumah Eyang.

       Di sekolah juga kita harus berbuat baik kepada semua orang. Seperti kepada teman sekelas, guru, dan juga semua warga sekolah. Jangan menjadi anak yang nakal seperti Robi. Meskipun begitu, itu bukan sepenuhnya salah Robi untuk menjadi anak yang nakal. Karena anak dengan seumuran Robi pasti sedang dalam masa-masanya mencoba hal-hal baru. Sebagai orang tua, kita tidak boleh memarahi anak seperti yang dilakukan oleh kedua orang tua Robi. Kita bisa menasehati anak dengan tutur kata yang lebih baik, sopan, dan juga mudah dimengerti oleh anak.

       Yang terakhir, Khayla tahu berpisah dengan Ayah adalah sesuatu yang membuatnya sedih. Namun, bukankah selama ini Khayla juga pernah beberapa kali bersedih? Lalu Khayla bisa berbahagia lagi. Karena kesedihan dan kesenangan adalah dua hal yang berpasangan. Mereka datang dan pergi silih berganti. Dan kita sebagai manusia hanya bisa menerima takdir tersebut dengan lapang dada.

 

7.     Ringkasan Novel

       Hidup Khayla berubah sejak Ayah dan Bunda berpisah. Khayla kehilangan banyak hal yang berarti di hidupnya. Kamar kesayangannya, teman bermain, teman sekolah, dan tentu saja Ayah. Ya, sejak Khayla dan Bunda pindah ke rumah Eyang di Solo, Ayah tak pernah lagi menengoknya atau bahkan sekedar mengirimkannya pesan singkat.

       Di rumah Eyang, Khayla merasa tidak ada satu pun hal yang bisa membuatnya Bahagia. Khayla semakin rindu kepada Ayah dan rumah lamanya di Bekasi. Khayla juga sering memimpikan kedua orang tuannya. Bunda membujuk dan mengiburnya, tetapi Khayla justru ingin sekali Kembali ke rumahnya yang ada di Bekasi.

       Tentu saja hal itu tidak memungkinkan. Meskipun demikian, Khayla tidak pernah putus asa. Dia selalu memohon keajaiban dari Allah SWT melalui do’anya.

       Hari-hari Khayla mulai berubah cerah dengan kehadiran Om Doni dan Rara. Karena mereka. Khayla dapat melupakan sedikit rasa rindunya kepada Ayahnya. Setelah itu Khayla pergi ke sekolah yang sama dengan Rara, disana dia juga bertemu Robi yang merupakan tetangganya juga yang sangat jahil. Tapi dengan begitulah Khayla bisa lebih mengetahui lagi bahwa di dunia ini sifat orang sangatlah berbeda-beda.

       Khayla selalu mengirimkan email kepada Ayahnya, menceritakam apa saja yang dia alami di hari itu kepada Ayahnya yang selalu berakhir dia tidak mendapatkan balasan. Tentu saja dia sangat sedih, tetapi dia yakin bahwa Ayahnya sedang sibuk bekerja di Bekasi.

       Setelah beberapa bulan kemudian Ayahnya datang ke rumah Eyang di Solo, Khayla sangat senang bisa bertemu lagi dengan ayahnya bahkan sampai menangis karena saking bahagianya. Ayahnya meminta maaf kepada Khayla karena akhir-akhir ini Ayahnya sangat sibuk sekali karena pekerjaan dan Khayla bisa memakluminya.

       Setelah beberapa hari Ayahnya menginap di rumah Eyang, tibalah saatnya Ayahnya harus pulang kembali ke Bekasi. Khayla sangat sedih tetapi dia tahu, semuanya memang tidak bisa Kembali seperti dulu. Maka dari itu ia mengantarkan Ayahnya sampai di Stasiun. Saat kereta api yang akan ditumpangi Ayah sebentar lagi datang, Ayah berjanji akan sering berkunjung ke rumah Eyang dan akan sering memberikan Khayla kabar. Khayla tahu, berpisah dengan Ayah adalah sesuatu yang membuatnya sedih. Namun, bukankah selama ini Khayla juga pernah beberapa kali bersedih? Lalu Khayla bisa berbahagia lagi. Karena kesedihan dan kesenangan adalah dua hal yang berpasangan. Mereka datang dan pergi silih berganti. Dan kita sebagai manusia hanya bisa menerima takdir tersebut dengan lapang dada.


         Demikian tugas ini saya buat dengan penuh tanggung jawab. Saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun sebagai evaluasi untuk pembuatan tugas berikutnya.

Komentar

  1. Kerangka novel yang dibuat sudah sangat baik. Tema yang diangkat dan juga judul novel unik. Selain itu, sinopsis novel yang dilampirkan juga sangat menarik dan mudah untuk dipahami.

    BalasHapus
  2. Teks kerangka novel yang dibuat sudah sangat baik, tema yang diangkat juga sangat menarik sehingga tertarik untuk membaca novel nya

    BalasHapus
  3. Bahasa yang digunakan sangat sesuai dengan kaidah kebahasaan, kerangka yang disusun sudah sesuai dengan unsur-unsur novel, cerita akan dibuat juga terlihat sangat menarik untuk dibaca.

    BalasHapus
  4. Rancangan novel yang dibuat sangat menarik, sesuai dengan struktur, dan kaidah kebahasaan novel. Bahasa yang digunakan jelas dan mudah dimengerti

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Bahasa Indonesia